indahnya indonesia ......

indahnya indonesia ......

Memilih Hidangan Puasa, Meraih Pahala dan Kesehatan


Bulan ramadhan adalah bulan penuh rahmat, bulan yang sangat dinantikan kedatangannya oleh umat muslim di seluruh penjuru dunia. Ada banyak ritual ibadah pada bulan ramadhan ini, salah satunya adalah puasa selama sebulan penuh. Menjalankan puasa ramadhan wajib hukumnya bagi umat muslim yang sudah akil balik, kecuali bagi orang yang mempunyai halangan atau dalam kondisi tertentu, seperti sedang sakit, melakukan perjalanan jauh, sedang haid bagi wanita dan sebagainya.

Dari pandangan agama islam, puasa secara substansial adalah menahan makan, minum dan menahan nafsu yang dimulai dari sejak waktu subuh sampai masuk waktu magrib yang disertai dengan niat. Meskipun bagi sebagian orang puasa dipandang cukup memberatkan, namun sebagai muslim kita harus percaya bahwa setiap perintah Allah SWT tidak ada yang salah, tidak mungkin Allah SWT akan mencelakakan umatnya. Bahkan Allah berjanji akan memberikan berkah kepada orang yang berpuasa, seperti ditegaskan sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Suny dan Abu Nu'aim, "Berpuasalah maka kamu akan sehat".

Berbagai penelitian telah mengungkap adanya mukjizat puasa ditinjau dari perspektif medis modern. Dengan berpuasa, akan diperoleh manfaat secara biopsikososial berupa sehat jasmani, rohani dan sosial. Rahasia kesehatan yang dijanjikan dalam berpuasa inilah yang menjadi daya tarik ilmuwan untuk meneliti berbagai aspek kesehatan puasa secara psikobiologis, imunopatofisilogis dan biomolekular (kompas.com , 25/07/2012)

Kesimpulannya, bahwa puasa sebulan penuh saat bulan ramadhan tidak bertentangan dengan aspek medis, sebaliknya justru akan memberikan manfaat yang luar biasa bagi tubuh manusia. Yang perlu digarisbawahi adalah tata cara berpuasa harus mengikuti ketentuan yang telah diatur dalam agama dan disarankan para pakar kesehatan.

Berbuka puasa yang benar dan memilih hidangannya

Saat adzan magrib berkumandang adalah moment yang dinantikan setiap orang yang berpuasa karena saat itulah kita mulai dibolehkan berbuka puasa. Sebelum waktu buka puasa tiba biasanya aneka macam makanan dan minuman sudah tersaji, siap untuk dimakan hingga memenuhi meja makan. Jenis makanan dan minuman yang disajikan biasanya cenderung menyesuaikan selera makan yang timbul pada siang hari saat sebelum buka. Maka tidak heran kalau makanan dan minuman yang kita makan saat berbuka tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh dan berlebih. Bagaimana berbuka puasa yang benar?

Berbuka puasa yang benar setidaknya memenuhi 2 (dua) ketentuan, yaitu ketentuan yang ada di dalam agama dan ketentuan yang memenuhi norma kesehatan. Berbuka puasa yang benar sesuai ketentuan agama maka sandaran kita adalah sunah Rosul. Bagaimana cara Rosul Muhammad SAW berbuka puasa itulah yang kita ikuti. Sedangkan dari segi kesehatan pada prinsipnya makan pada bulan puasa tetap harus seimbang, dalam arti sesuai kebutuhan tubuh tidak perlu berlebihan. Kebiasaan makan berlebihan tidak hanya membawa efek yang buruk bagi kesehatan tubuh kita, tetapi juga tidak dianjurkan oleh Rasulullah SAW. "Dengan cara sekenyang-kenyangnya, sehingga asupan melebihi kebutuhan," terang Nutrisionis atau Ahli Gizi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Triyani Kresnawan (jawapos.com , 26/05/2017).

Agar buka puasa kita memenuhi ketentuan, baik ketentuan agama maupun norma kesehatan, maka melakukan buka puasa dibagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu buka puasa pendahuluan dengan hidangan makanan ringan dan buka puasa lanjutan dengan hidangan makanan porsi lengkap.

Hidangan buka puasa pendahuluan

Untuk mengawali buka puasa, di meja makan cukup kita sediakan hidangan yang terdiri dari buah kurma, air putih dan makanan kecil atau camilan. Sunahnya makan kurma dalam jumlah ganjil 1, 3 atau 5 buah, air putih sebanyak 2 gelas dan makanan kecil sewajarnya. Buah kurma menjadi pilihan utama sebagai makanan pembuka karena disamping merupakan sunah Rosul juga baik di pandang dari segi kesehatan.



Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka dengan ruthab (kurma muda) sebelum shalat, jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan kurma, jika tidak ada kurma, beliau minum dengan satu tegukan air.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah). Hadist ini tentu tidak asing bagi umat muslim sebagai dalil keutamaan berbuka puasa dengan kurma dan air putih.

Cara Rosul Muhammad SAW berbuka puasa dengan memilih kurma menjadi menu pembuka ternyata juga didukung dari segi kesehatan. Menurut Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK dari MRCCC Siloam Hospital Semanggi, kurma memang baik dikonsumsi saat berbuka puasa karena memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi. Selain memberikan rasa kenyang lebih lama dan menyehatkan saluran pencernaan juga bisa membantu menaikkan kadar gula darah. Saat seharian tidak mengonsumsi apapun, kadar gula darah bisa dipastikan akan rendah, sehingga dengan mengonsumsi kurma saat berbuka bisa membantu mengembalikan kadar gula darah dalam tubuh (health.detik.com , 31/05/2017).

Sedangkan manfaat minum air putih saat berbuka puasa seperti dikutip dari situs ABC News, 21/07/2013 adalah untuk tetap menjaga tubuh agar tetap terhidrasi setelah cairan di dalam tubuh berkurang karena seharian berpuasa. Dengan begitu tubuh akan tetap fit dan bugar walau tidak minum di siang hari.

Makanan kecil untuk mengawali berbuka puasa sebagaimana anjuran praktisi kesehatan dipilih makanan yang segar dan manis rasanya. Makanan manis yang mengandung gula akan cepat mengembalikan energi setelah berpuasa. Masyarakat kita sering memilih kolak pisang karena jenis makanan ini khas dan biasa disajikan saat datangnya bulan puasa. Dari segi kesehatan kolak pisang dapat berfungsi untuk menambah tenaga setelah seharian berpuasa. Kandungan karbohidrat yang dikandung dari bahan-bahan isi kolak bisa memberikan tenaga yang cukup untuk aktifitas tubuh (tribunnews.com, 26/05/2017).

Begitulah hidangan makan saat melakukan buka puasa pendahuluan. Sampai disini sementara buka puasa kita hentikan, selanjutnya kita tunaikan ibadah sholat magrib dahulu. Minimal ada 2 (dua) keuntungan yang bisa kita petik mengawali buka puasa cukup dengan makanan ringan. Pertama kita bisa menjalankan sholat magrib lebih khusuk, gerakan sholat tidak terganggu kondisi perut yang kenyang. Kedua, menurut analisis kedokteran, apabila kita berbuka puasa langsung mengonsumsi makanan berat, maka akan berdampak pada terganggunya lambung antara lain bisa menimbulkan rasa perih. "Alangkah baiknya bagi anda yang menjalankan ibadah puasa berbukalah dengan kurma, sebagaimana yang disunahkan Rasulullah. Minimal, konsumsilah tiga buah kurma saat berbuka," kata praktisi kesehatan Kota Medan, dr Indra Gunawan (tribunnews.com , 27/05/2017).

Hidangan buka puasa lanjutan

Setelah selesai menjalankan sholat magrib adalah saatnya melanjutkan berbuka puasa. Menu makanan untuk buka puasa lanjutan ini adalah makan porsi lengkap dengan gizi seimbang, yaitu menu makanan yang mengandung unsur nutrisi lengkap sesuai kebutuhan tubuh. Nutrisi lengkap tersebut adalah karbohidrat untuk sumber tenaga, protein nabati dan hewani untuk pertumbuhan dan mengganti sel-sel tubuh yang rusak, vitamin dan mineral untuk menjaga dan memelihara kesehatan tubuh serta air sebagai zat pengatur dan pelarut agar nutrisi mudah diserap oleh tubuh.



Makan porsi lengkap bisa disebut makan besar seperti makan malam pada hari-hari biasa saat tidak puasa. Namun prinsipnya tidak boleh berlebih, bukan menggabungkan makan siang dan makan malam. Menurut Ari Fahrial Syam, Konsultan Penyakit Lambung dan Pencernaan, FKUI, makan berlebihan saat berbuka dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah pada lambung seperti dispepsia. Terutama bagi Anda yang sebelumnya sudah memiliki riwayat penyakit mag atau lambung (1health.id , 30/05/2017).

Dari pandangan agama islam, makan secara berlebihan juga sangat tidak dianjurkan sebagaimana hadist berikut. "Dari Al-Miqdam bin Ma'dikarib beliau berkata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah anak Adam memenuhi kantung yang lebih buruk dari perut. Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun jika ia harus melebihinya, hendaknya sepertiga perutnya diisi untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernafas." (HR. Imam Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasa-i, Ibnu Majah).

Harus diakui bahwa dengan menjalankan puasa telah mengubah pola makan kita dari yang biasa tiga kali sehari menjadi dua kali. Dengan perubahan pola makan ini tentu ada kekhawatiran akan ada kekurangan asupan gizi yang masuk dalam tubuh. Untuk menghindari hal ini maka kita perlu mensiasati menu dengan memilih makanan yang padat gizi, mengonsumsi makanan yang beragam, dan tidak lupa selalu melengkapi kebutuhan nutrisi tubuh dengan minum susu atau yogurt. "Yogurt mengandung nutrisi lengkap. Maka dari itu, yogurt juga bisa membantu menjaga kadar gula darah sehingga sensasi lapar berkurang," ungkap Dr Marya Haryono, M.Gizi, SpGK. (detik.com , 26/05/2017).

Makan Sahur dan memilih hidangannya

Bagi sebagian orang makan sahur bisa jadi merupakan kegiatan yang berat. Terjadinya perubahan pola makan maka orang tidak biasa makan pada saat waktu sahur, sehingga badan terasa malas untuk bangun.

Dari pandangan agama Islam, makan sahur memiliki banyak keutamaan. Karena pentingnya makan sahur ini Rasulullah Muhammad SAW sangat menekankan kepada umatnya untuk melakukannya, sekalipun dengan hal yang paling ringan, yaitu minum air. Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Makan sahur itu berkah, karena itu, janganlah kalian tinggalkan, meskipun hanya dengan minum seteguk air. (HR. Ahmad 11086 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).



Nilai pentingnya makan sahur sangat logis dipandang dari aspek kesehatan. Makan sahur diperlukan untuk mencukupi nutrisi yang dibutuhkan tubuh selama kita menjalankan puasa sehari penuh. Karena tidak biasa makan di waktu sahur, maka kebanyakan orang makan sahur tidak bisa dalam jumlah yang cukup. Walaupun makan sahur sedikit, yang terpenting adalah makanan yang dikonsumsi harus mengandung komponen yang lengkap. Karbohidrat bisa dipilih nasi atau kentang, unsur lemak dan protein bisa telur, ikan atau daging ayam serta ada buah dan sayuran. “Puasa itu hanya menggeser jam sarapan dan melewatkan makan siang. Saya menganjurkan saat sahur kita harus makan makanan lengkap dengan karbohidrat, protein, lemak, sayur, dan buah,” kata Dr dr Fiastuti Witjaksono, MSc, MS, SpGK, dokter spesialis gizi klinik dari Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (liputan6.com , 19/06/2015).

Pada akhirnya kita wajib bersyukur apabila bisa melaksanakan puasa Ramadhan mengikuti sunah Rosul. Berapa banyak orang yang berpuasa, tetapi ia tidak mendapatkan apa-apa kecuali haus dan lapar, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, “Berapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja.” (HR. Ibnu Majah no.1690 dan Syaikh Albani berkata, ”Hasan Shahih.”). Manfaat kesehatan yang diperoleh dari puasa secara benar tentu bisa langsung kita rasakan karena sifatnya duniawi. Untuk urusan pahala kita serahkan yang di atas. Tentu Allah Maha Tahu.


EmoticonEmoticon